Senin, 03 Desember 2012

EVALUASI TUGAS MID

Pada proses perencanaan pengaplikasian Teori Piaget yang kami lakukan untuk memenuhi Ujian Tengah Semester ada beberapa kekurangan yang harusnya dapat kami perbaiki menjadi lebih baik. Salah satu kekurangan kami adalah langkah pengaplikasian / skenario pelaksanaan dikelas yang ternyata kurang efektif sehingga membuat mahasiswa menjadi binggung dengan apa yang kami sampaikan. Oleh karena itu kami mencoba untuk menegaskan skenario pengaplikasian desain blog di kelas sekaligus menuliskan kembali sedikit penjelasan mengenai teori dasar Jean Piaget yang kami buat sebagai acuan dari proses pembelajaran yang ingin kami laksanakan.
Pengaplikasian teori dari tokoh Jean Piaget (Teori Perkembangan Kognitif) dalam kehidupan sehari-hari bisa dikatakan sering kita lakukan tanpa kita sadari. Dalam perkembangan kognitif Jean Piaget, ada 4 tahap:
  1. Tahap Sensori Motor (saat lahir - 1 tahun)
  2. Tahap Pra-Operasional (2-3 tahun - 7-8 tahun)
  3. Tahap Operasional Konkret (7-8 tahun - 12-14 tahun)
  4. Tahap Operasional Formal (di atas 14 tahun)
Dalam hal ini, kami (kelompok) mengaplikasikan teori Piaget dalam tahap operasional formal. Tahap Operasional Formal ciri utamanya adalah bahwa seseorang dapat menangani situasi multifaktor (berbeda dengan situasi dua-faktor saja). Pemikir Operasional formal mampu mengonseptualisasikan semua kombinasi faktor dalam situasi tertentu. Kelompok kami mengaplikasikan teori Piaget ini kedalam hal 'blog'
Alasan mengapa kami mengatakan 'blog' sebagai aplikasi dari teori Piaget?
Hal ini dikarenakan di tahap operasional formal ini bahwa orang-orang pada tahap ini telah mampu berpikir abstrak dan menangani situasi multifaktor, mampu mengonseptualisasikan semua kombinasi faktor dalam situasi tertentu. Misalnya mengedit tata letak dari blog tersebut. Dalam mengedit tampilan blog kita, kita memperhatikan sisi keindahan, kerapian, keteraturan tata letaknya, juga memperhatikan sisi ergonomisnya. Hal ini jelas menyangkut dengan tahap operasional formalnya dalam hal membuat design tata letak saja kita perlu memperhatikan banyak hal, kita terlebih dahulu membayangkan bagaimana hal yang akan kita lakukan (berpikir abstrak), juga kita konseptualisasikan apa yang harus kita lakukan dengan mengkombinasikan hal-hal yang diperlukan dalam memperhatikan sisi-sisi yang kita inginkan. Misalnya untuk keindahan, kita tambahkan animasi-animasi, gambar-gambar, mengedit template, warna-warna yang indah dan cocok, juga tidak menyakitkan mata saat melihat blognya.

Skenario pelaksanaan yang akan dilakukan dikelas berupa :
-     -  Setiap mahasiswa diminta untuk membentuk 2 kelompok.
-     -  Setelah membentuk kelompok, para pembimbing yang terdiri dari dua orang akan bergabung ke setiap kelompok untuk membantu memberi arahan yang diberikan oleh pembimbing utama yang akan mempresentasikan penggunaan blog di depan kelas.
-     - Setelah proses pembelajaran dilakukan maka 4 orang mahasiswa yang masing-masing 2 orang dari satu kelompok akan diminta untuk mempraktekkan pendisainan blog yang telah dipelajari dengan menggunakan kreatifitas yang mereka miliki.

Salah satu contoh proses pendesainan yang akan diajarkan terdiri dari beberapa langkah-langkah di bawah ini: Sebelum kita mengaplikasikan apa yang mau kita lakukan dalam mengedit, biasa kita telah memikirkan dalam pikiran kita secara abstrak apa yang akan kita lakukan sebelum melakukannya.






Rabu, 14 November 2012

Tugas Individu Sehubungan dengan Alasan Mengapa Mahasiswa Tidak Memberikan Komentar

        Pertanyaan yang diajukan kepada kami adalah : mengapa mahasiswa fakultas psikologiyang mengikuti mata kuliah psikologi belajar  sebagian besar tidak memberikan komentar sehubungan dengan tugas indivdu yang akan diberikan?

        Menurut saya hal ini terjadi dikarenakan kurangnya komunikasi antar mahasiswa  khususnya komting matakuliah psikologi belajar dan kurangnya kesadaran mahasiswa terhadap sesuatu yang terjadi di sekitar kita. Selain itu, postingan tersebut ada disaat ujian tengah semester berlangsung yang membuat sebagianbesar mahasiswa tidak terlalu fokus untuk update pada grup psikologi belajar. Sehubungan dengan itu, maka saya akan mengaitkannya dengan teori belajar dari tokoh piaget, gagne, dan bandura.

       Menurut Gagne "keterampilan, apresiasi, dan penalaran manusia  dengan semua variasinya,dan juga harapan, aspirasi, sikap, dan nilai-nilai manusia, umumnya diakui bahwa perkembangannya sebagian besar bergantung pada peristiwa yang disebut dengan belajar." Gagne juga menjelaskan mengenai komponen esensial dalam belajar dan pembelajaran yang mencakup kondisi belajar internal dan proses kognitif yang berintraksi dengan kondisi belajar eksternal yang berupa stimuli dari linkungan dan akan menghasilkan pembelajaran mengenai informasi verbal, keterampilan intelektual, keterampilan motorik, sikap, dan strategi kognitif
     Perilaku yang ditunjukkan oleh mahasiswa yang sebagian besar tidak memberikan respon sehubungan dengan tugas individu yang akan diberikan terjadi karena kurangnya kesadaran akan postingan tersebut (kondisi belajar internal) yang berinteraksi dengan perilaku oleh teman - teman yang juga tidak memperdulikannya dan tidak adanya himbauan dari komting untuk dapat memberikan komentar di grup (kondisi belajar eksternal) yang akan memberikan hasil belajar berupa kesadaran akan perilaku yang salah dan kesadran akan kurangnya komunikasi antar mahasiswa.

    Menurut Bandura "fungsi utama dari pikiran adalah memungkinkan orang untuk memprediksi kejadian dan mengembangkan cara untuk mengontrol (kejadian) yang mempengaruhi hidup mereka." Definisi pemelajaran observasional dalam teori sosial kognitif didasarkan kepada kelemahan yang teridentifikasikan dalam pandangan senelumnya akan pemelajaran imitatif. Bandura memberikan 3 efek dari akibat model yaitu,  berfungsi sebagai petunjuk untuk meniru perilaku orang lain, memperkuat atau melemahkan sikap menahan diri untuk melakukan tindakan tertentu, dan menunjukkan pola perilaku baru.

     Perilaku yang mahasiswa lakukan juga dapat dikarenakan adanya perilaku imitasi ya
ng dilakukannya terhadap teman lain dan juga komting kelas yang juga tidak memberikan komentar di grup tesebut. Selain itu, perilaku tidak memberikan komentar juga tergantung dari ada atau tidaknya hukuman yang diberikan oleh dosen terhadap perilaku tersebut

     Menurut Piaget "untuk memahami gagasan tentang belajar yang memadai, kita pertma-tama harus menjelaskab bagaiman individu bisa mengkonstruksi dan menciptakan, bukan hanya bagaiman dia mengulangi dan meniru." Berdasarkan proses penalaran yang dikatakan Piaget, periode operasional formal (di atas 14 tahun) ditunjukkan dengan kapabilitas untuk secara logis menangani situasi multifaktor mulai muncul. Individu dapat mendeduksi berbagai kemungkinan dan secara sistmatis mengesampingkannya. Penalaran bergerak dari situasi hipotesis ke konkrit.

     Berdasarkan penjelasan tersebut, mahasiswa kurang mampu untk menangani situasi multifaktor dalm hal ini ujian dan update terhadap informasi yang ada. Padahal dari segi usia, para mahasiswa sudah pada periode operasional formal.



SUMBER : Gadler, Margareth. "learning and instruction : teori aplikasi." 2011. eidis keena,. Jakarta : Kencana.

Rabu, 24 Oktober 2012

UTS (Teori Jean Piaget)

Kelompok 4:
Deepraj Kaur (10-051)
Venti Ayu Wibawa ( 10-070)
Riana Octhaviany (10-079)

Pengaplikasian teori dari tokoh Jean Piaget (Teori Perkembangan Kognitif) dalam kehidupan sehari-hari bisa dikatakan sering kita lakukan tanpa kita sadari. Dalam perkembangan kognitif Jean Piaget, ada 4 tahap:
  1. Tahap Sensori Motor (saat lahir - 1 tahun)
  2. Tahap Pra-Operasional (2-3 tahun - 7-8 tahun)
  3. Tahap Operasional Konkret (7-8 tahun - 12-14 tahun)
  4. Tahap Operasional Formal (di atas 14 tahun)
Dalam hal ini, kami (kelompok) mengaplikasikan teori Piaget dalam tahap operasional formal. Tahap Operasional Formal ciri utamanya adalah bahwa seseorang dapat menangani situasi multifaktor (berbeda dengan situasi dua-faktor saja). Pemikir Operasional formal mampu mengonseptualisasikan semua kombinasi faktor dalam situasi tertentu.
Kelompok kami mengaplikasikan teori Piaget ini kedalam hal 'blog'
Alasan mengapa kami mengatakan 'blog' sebagai aplikasi dari teori Piaget?
Hal ini dikarenakan di tahap operasional formal ini bahwa orang-orang pada tahap ini telah mampu berpikir abstrak dan menangani situasi multifaktor, mampu mengonseptualisasikan semua kombinasi faktor dalam situasi tertentu. 
Misalnya mengedit tata letak dari blog tersebut. Dalam mengedit tampilan blog kita, kita memperhatikan sisi keindahan, kerapian, keteraturan tata letaknya, juga memperhatikan sisi ergonomisnya. Hal ini jelas menyangkut dengan tahap operasional formalnya dalam hal membuat design tata letak saja kita perlu memperhatikan banyak hal, kita terlebih dahulu membayangkan bagaimana hal yang akan kita lakukan (berpikir abstrak), juga kita konseptualisasikan apa yang harus kita lakukan dengan mengkombinasikan hal-hal yang diperlukan dalam memperhatikan sisi-sisi yang kita inginkan. Misalnya untuk keindahan, kita tambahkan animasi-animasi, gambar-gambar, mengedit template, warna-warna yang indah dan cocok, juga tidak menyakitkan mata saat melihat blognya.

Dalam mengedit ada beberapa langkah-langkah di bawah ini:
Sebelum kita mengaplikasikan apa yang mau kita lakukan dalam mengedit, biasa kita telah memikirkan dalam pikiran kita secara abstrak apa yang akan kita lakukan sebelum melakukannya.








Senin, 22 Oktober 2012

Riview Jurnal yang Berhubungan dengan Pemrosesan Informasi

Untuk melihat JURNAL, disiniklik

Sumber yang saya dapatkan lebih memfokuskan pada memori jangka pendek. Maka dari itu saya mencoba untuk menambahkan mengenai "Representasi Pengetahuan dalam Memori Jangka Panjang."

        Berdasarkan sumber yang saya baca, input stimulus yang diterima dan digunakan oleh indera dan penrosesan kognitif adalah dalam bentuk sinyal fisik. Perlu diingat, sinyal-sinyal ini ditransformasikan melalui beberapa cara untuk disimpan di memori jangka panjang. Menurut satu pendapat, yakni model kode ganda (dual-code), informasi ini mungkin disimpan dalan bentuk verbal dan nonverbal (Paivio, 1971, 1983, 1986). Pendapat lainnya menyatakan bahwa informasi disimpan hanya dalam bentuk vebal (Anderson, 1983, 1990). Menurut perspektif verbal, pencitraan merupakan hal penting dalam pemrosesan informasi, tetapi representasi dasar dalam memori jangka panjang adalah verbal. Kedua bentuk representasi verbal adalah pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural.
         
          Model Kode Ganda
       Model kode ganda mendeskripsikan dua sistem, yang secara fungsional independen tetapi saling terkoneksi, untuk menyimpan dan memproses informasi. contohnya adalah "house". Istilah "house" sebagai tempat tingal seseorang akan disimpan dalam kode nonverbal. Namun "house" dalam kalimat "a house divided against itself cannot stand" akan dikodekan dalam bentuk verbal.       
        Menurut model ini, subjek memproses dua karakteristik untuk masing-masing hal konkret. Jika satu karakteristik tidak dapat diingat kembali, karakteristik lainnya diambil. Demikian juga bila unsur-unsur yang terpisah terintegrasi dalan suatu gambar yang tergabung, suatu isyarat khusus akan dapat mengaktifkan kembali keseluruhan representasi. Pengkritik model kode ganda mengatakan bahwa penyimpangan informasi dalam bentuk gambar akan melebihi kapasitas penyimpanan di otak. Hal ini juga akan membutuhkan "penerima" di dalam otak untuk "membaca"gambar (Pylyshyn, 1973). Meskipun demikian, Pylyshyn (2002) berpendapat bahwa penalaran dengan gambar menggunakan mekanisme yang sama dan bentuk representasi yang sama sebagai penalaran umum; hanya isinya yang berbeda. Misalnya, jika diminta untuk membayangkan lemparan bola ke udara, kita bisa dengan mudah membayangkan lintasan bola berbentuk kurva karena kita pernah ingat melihat bola melayang mengikuti bentuk lintasan semacam itu.

            Pengetahuan Deklaratif
    Istilah deklaratif merujuk pada informasi yang: (a)dapat didiskusikan atau dinyatakan /dideklarasikan, dan (b) bersifat deskriptif. Jaringan verbal terdiri dari noktah dan penghubung yang merepresentasikan pengetahuan deklaratif di dalam memori. Misalnya konsep "serigala" memiliki sifat "berbulu halus" dan"merupakan predato."

            Pengetahuan Prosedural
        Ini merupakan pengetahuan tentang cara melakukan tugas atau aktivitas tertentu, seperti memarkir mobil secara paralel. Pengetahuan prosedural mungkin mulai dari yang sederhana, seperti mengunci pintu, sampai ke aktivitas yang kompleks, seperti menggunakan software pengolahan kata. Menurut teoritisi, pengetahuan prosedural dikodekan dalam bentuk pasangan kondisi-tindakan yang merupakan pernyataan jika-maka (Anderson, 1993; Newell & Simon, 1972).


SUMBER : Gredler, Margaret. (2011). Learning and Instruction: Teori Aplikasi. Edisi keenam. Jakarta: Kencana.

Rabu, 10 Oktober 2012

Beberapa Stimulus yang Dapat Menghasilkan Beberapa Produk

           Saat saya mengikuti perkuliahan psikologi belajar siang tadi, hal yang pertama kali saya rasakan ketika Ibu dosen masuk keruangan dan memerintahkan kami para mahasiswa untuk mengeluarkan alat tulis dan buku paket lalu duduk dengan jarak 1 bangku adalah "PANIK." Karena saya berfikir itu adalah saat dimana kami harus berhadapan dengan "KUIS." Tapi ternyata tidak, Bu dosen justru memberikan kami kertas HVS kosong 1 lembar, selembar sertifikat dengan tema "diet media, irit energi, hemat listrik" yang sudah tidak digunakan lagi karena telah berlangsung pada tahun 2008, serta potongan kecil karton berbentuk persegi panjang. Ia menginstruksikan kami untuk membuat produk dari 3 stimulus yang ia berikan tersebut di tambah dengan alat tulis dan buku paket psikologi belajar yang kami miliki. Ia memberikan kami waktu 30 menit untuk dapat menghasilkan produk. Seketika saya diam dan bingung. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, produk apa yang harus saya hasilkan, dan harus bagaimana saya terhadap stimulus-stimulus yang telah diberikan.
           Setelah beberapa menit saya berfikir dan sedikit melirik ke kana dan kiri, akhirnya saya mendapatkan ide untuk membuat sebuah iklan atau brosur dengan kertas HVS dan membuat sebuah formulir pendaftaran dengan potongan kertas karton yang tadi diberikan. Saya pun mulai mengeluarkan segala kemampuan yang saya miliki walau terbatas karena tidak memiliki cukup peralatan. Setelah saya menyelesaikan produk tersebut, ternyata masih ada 1 tugas lagi yang harus dikerjakan. Ibu memberikan selembar kertas kecil lagi untuk menuliskan kaitan teori Skinner sehubungan dengan produk yang telah dihasilkan. Lagi-lagi saya kebingungan apa yang harus saya tuangkan kedalam kertas mini tersebut. Saya pun mencoba untuk menjelaskan produk yang saya hasilkan dengan mengaitkannya pada teori Skinner semampu saya. 

            Saya menuliskan bahwa dalam teori B.F Skinner, konsep yang paling terkenal ialah sebuah penguatan (reinforcement). Penguatan sendiri terdiri dari penguatan positif dan penguatan negaitf. Stimulus yang telah diberikan kepada saya menghasilkan sebuah respon yaitu terdiam, bingung, dan berifikir. Respon tersebut akan menghasilkan konsekuensi dimana konsekuensi yang saya dapatkan adalah saya mau tidak mau harus menghasilkan produk yang bagus dalam waktu yang telah ditentukan. Tipe konsekuensi tersebut ialah perilaku subjektif dimana saya mampu menghasilkan sebuah stimulus baru dan itu merupakan tipe penguatan positif (positive reinforcement).Lalu kertas mini tersebut dikumpulkan kepada Ibu dosen.
            Setelah itu hasil kerja kami pun dinilai dan di dapat lah 6 pemenang. satu dari keenam pemenang tersebut ternyata bukan saya. ooohh sedih nya :(, tapi tidak masalah. Karena saya telah mendapatkan sebuah pelajaran bahwa ternyata dengan hanya diberikan stimulus yang terbatas, kita harus mampu menggunakan stimulus tersebut semaksimal mungkin :)

Selasa, 09 Oktober 2012

Pengalaman Pribadi yang Dihubungkan dengan Teori Skinner

       Saat saya berulang tahun ke 15, orangtua saya menghadiahkan saya sebuah gadget yang saya inginkan pada saat itu. Gadget tersebut membuat saya bahagia dan sangat senang pada saat itu, lalu saya pun langsung menggunakannya dengan senang hati karena itu adalah kado yang paling indah pada saat itu. Saya selalu menggunakan gadget tersebut dan selalu menghabiskan waktu dengan barang tersebut. Sampai apapun yang diperintahkan oleh orangtua saya itu saya abaikan karena saya sibuk sendiri dengan barang tersebut. 
       Hingga suatu hari orangtua saya marah kepada saya karena saat mereka meyuruh saya untuk melakukan sesuatu, saya tidak melakukannya dengan segera. Mereka pun melihat bahwa ternyata saya menjadi malas belajar dan selalu menghabiskan waktu dikamar dengan barang tersebut. Akhirnya mereka menyita gadget tersebut dan tidak mengembalikkannya kepada saya sampai saya merubah perilaku buruk saya tersebut dan dapat mengontrol perilaku saya.
        Awalnya saya sangat tidak terima dan marah kepada mereka karena barang yang mereka hadiahkan untuk saya harus disita. Tapi karena saya ingin barang tersebut dikembalikan kepada saya, saya pun merubah perilaku buruk saya tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Setelah lebih dari 4 bulan, barang tersebut pun akhirnya diberikan lagi kepada saya dengan syarat jika saya mengulangi perilaku tersebut sekali lagi, maka mereka akan menyitanya lagi dan saya tidak akan pernah menggunakan barang itu lagi sampai kapanpun.


Pembahasan :

       Berdasarkan pengalaman saya diatas, apa yang saya alami tersebut merupakan sebuah proses dimana konsekuensi yang harus saya dapatkan akibat menunjukkan suatu perilaku yang tidak diharapkan oleh orangtua saya. Berdasarkan teori Skinner, hal itu dapat dikatakan sebagai reinforcement negative yang merupakan sebuah konsekuensi dimana mengambil sesuatu yang saya senangi agar perilaku yang diinginkan oleh orangtua saya dapat muncul pada diri saya. Cara itu terbukti berhasil diterapkan kepada saya saat itu dan membuat perilaku yang diinginkan oleh orangtua saya dapat muncul.


Daftar Pustaka : Gredler, E. Margareth. (2011). Learning and Introduction : Teori dan Aplikasi. Jakarta : Kencana

Senin, 08 Oktober 2012

KINKY BOOTS


 
Nama Kelompok :
 


KINKY BOOTS
Sinopsis :
Film ini menceritakan tentang suatu pabrik sepatu pria yang hampir bangkrut yang  terjadi pada diri Charlie Price, setelah ayahnya meninggal dia baru menyadari bahwa pabriknya dalam keadaan yang hampir bangkrut. Charlie terpaksa memecat beberapa karyawannya, karena ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan lagi. Charlie hanya bisa mengatakan “ini semua salahku, apa yang harus aku lakukan?”, seolah-olah tidak ada usaha sedikitpun untuk melakukan perbaikan. Maka, ada salah seorang karyawannya yang melakukan protes padanya dan hal ini memicu Charlie untuk berpikir keras menyelamatkan pabrik warisan ayahnya “Price & Son”. Charlie akhirnya bertemu dengan seorang waria bernama Lola (Simon) dan mendapatkan ide untuk membuat sepatu khusus waria dan menjadikan Lola sebagai designernya. Hal ini dikarenakan ia melihat pangsa pasar para waria sangat terbuka lebar. Penerimaan Lola bekerja di pabriknya menimbulkan pro-kontra di dalam perusahaan itu sendiri dan akhirnya untuk mengenalkan produk sepatu khusus waria tersebut maka Charlie membawa semua hasil rancangannya ke Milan karena Milan adalah pusat mode dunia. Charlie bekerja keras agar produk yang dibuatnya terkenal di Milan, yang membuat ia dan karyawannya salah paham dan mereka pun akhirnya mengerti karena mereka mengetahui Charlie benar-benar ingin agar produk yang dipasarkannya sukses dan pabriknya tidak bangkrut. Kerja keras membuat hubungan ia dan tunangannya tidak harmonis dan putus karena tunangannya selingkuh. Ketka di Milan, Lola dan tim penarinya tidak hadir dan membuat semuanya berada di luar kendali. Sebagai pengganti Lola, Charlie maju sebagai model dan membuat hal konyol dan pada saat itu penolong yang diharpkannya menolong datang di saat yang tak terduga. Hal yang patut dicontoh ialah Charlie mampu berubah dari sikap yang acuh tak acuh pada pekerjaan yang diwariskan ayahnya berubah menjadi orang yang cekatan. Berubah dari pria yang diremehkan pegawainya menjadi atasan yang dihormati pegawainya dan tentang pendekatan Lola maupun Charlie memperlakukan pegawai  dan orang lain adalah hal yang patut dicontoh, karena tanpa ada pegawai, maka pabrik tidak bisa berjalan. Film ini memberi inspirasi bagi semua orang untuk tidak menyerah pada setiap keadaan meskipun keadaan itu sangat sulit.

Pembahasan :
Menurut Teori Gestalt
Fokus riset Gestalt adalah pengalaman persepsi. Ada 4 asumsi dasar dari perspektif Gestalt :
1.               - Yang harus dipelajari adalah perilaku molar bukan perilaku molecular.
2.              -  Organisme merespon stimuli yang tersegregasi bukan stimuli spesifik.
3.             -  Lingkungan behavioral adalah realitas subjek.
4.      - Organisasi lingkungan sensoris adalah interaksi dinamis dari kekuatan-kekutan di dalam struktur yang mempengaruhi persepsi individu.

         Kaitan teori Gestalt dengan film Kinky Boots adalah Charlie sebagai peran utama di film ini bertemu dengan Lola yang dapat mengubah hidupnya. Pada saat ia bertemu Lola ia tidak serta merta menggangapt Lola seorang waria yang akan membuat masalah dalam hidupnya namun ia lebih melihat secara keseluruhan dimana ada peluang yang bisa ia ambil dari kebutuhan Lola yaitu sepatu wanita dengan ukuran pria (perilaku molar). Charlie tidak memandang Lola hanya sebagai waria namun ia melihat potensi Lola dan mau mempekerjakan Lola untuk membantu ia membangkitkan pabriknya kembali (stimuli tersegregasi). Kemudian Charlie berani memasarkan produknya ke Milan walaupun para pegawainya merasa curiga dan ia tetap tidak malu untuk berteman dengan Lola walaupun di pabrik banyak sekali persepsi karyawan yang pro dan kontra terhadap tindakan Charlie (persepsi individu).

Koneksionisme Edward Thorndike
          Teori koneksionisme Thorndike berbeda dengan teori pengkondisian klasik dimana Thorndike tertarik dengan proses mental (mendesain eksperimen untuk meneliti proses pemikiran binatang) dan ia juga meneliti perilaku mandiri atau sukarela.

Hukum belajar berdasarkan asumsi tersebut Thorndike :
1.             - Law of effect (keadaan yang memuaskan setelah respons akan memperkuat koneksi antara stimulus dan perilaku yang tepat dan sebaliknya).
2.                 -Law of exercise (repetisi dari pengalaman akan meningkatkan peluang respon yang benar).
3.                 -Law of readiness (kondisi yang mengatur keadaan disebut “memuaskan” atau “menjengkelkan”)

      Kaitannya dengan Film “Kinky Boots” adalah Charlie sebagai pewaris toko sepatu pada mulanya merasa putus asa dan tidak tau apa-apa untuk menjalankan pabrik sepatu prianya namun ketika ia bertemu dengan Lola dan meliihat sepatunya maka ia mendapatkan ide untuk membuat sepatu itu karena ia melihat Lola kesakitan saat memakai sepatu wanita . Law of effect disini ditunjukkan pada saat Charlie merasa bahwa jika ia dapat mensupply sepatu untuk waria maka akan ada banyak waria yang akan merasa puas dan dapat menjadi konsumennya. Law of exercise ditunjukkan pada saat Charlie membuat sepatu waria pertamanya dan ternyata Lola merasa tidak puas sehingga ia meminta kepada Lola untuk mendesain sepatu yang baik dan Charlie juga berusaha berulang kali untuk menciptakan sepatu waria yang sempurna. Law of readiness terjadi pada saat Charlie memutuskan untuk memperkenalkan sepatu waria buatannya di Milan dimana ia tahu bahwa sepatu tersebut dapat menarik perhatian pasar disana dan ia juga menyadari banyak pegawainya yang mencurigai dia namun ia dapat mengatur keadaan tersebut dan sukses untuk memasarkan sepatunya.

 Daftar Pustaka : Gredler, E. Margareth. (2011). Learning and Introduction : Teori dan Aplikasi. Jakarta : Kencana